Para astronom telah menemukan sebuah exoplanet mirip Bumi menggunakan pelensaan mikro.
Para ilmuwan telah membuat temuan baru yang memberikan wawasan menarik tentang masa depan tata surya kita. Sebuah eksoplanet baru, sekitar 1,9 kali massa Bumi, telah ditemukan di sekitar bintang katai putih, menurut ScienceAlert. Penemuan luar biasa ini memberikan pencerahan tentang kemungkinan nasib planet kita sendiri saat Matahari akhirnya berubah menjadi katai putih.
Meskipun kondisi planet yang tidak bersahabat disebabkan oleh fase raksasa merah yang merusak bintang tersebut, penemuan ini memberikan wawasan tentang evolusi planet. Katai putih, yang merupakan sisa-sisa bintang seperti Matahari, muncul setelah periode raksasa merah. Studi ini, yang dipimpin oleh Keming Zhang dari Universitas California, berfokus pada bagaimana planet dapat bertahan hidup dalam periode yang kacau ini, memperluas pemahaman kita tentang kelangsungan hidup dan evolusi planet.
“Penjelasan paling sederhana adalah bahwa planet itu bertahan melalui bintang induk raksasa merah,” kata Zhang kepada ScienceAlert.
“Lensa katai putih hampir sejajar sempurna dengan bintang sumber latar belakang selama peristiwa tersebut, menyebabkannya diperbesar lebih dari 1.000 kali,” jelas Zhang.
“Untuk peristiwa pelensaan mikro perbesaran sangat tinggi yang langka ini, pendamping sekecil planet terestrial dapat memengaruhi pola perbesaran secara signifikan, sehingga memungkinkan kita untuk secara akurat menyimpulkan konfigurasi lensa di berbagai massa dan jarak orbit.”
Hal ini memungkinkan para peneliti tidak hanya menentukan massa dan jarak orbit dari planet ekstrasurya yang mirip Bumi, atau terestrial, tetapi juga keberadaan katai coklat yang mengorbit katai putih, sebuah objek yang massanya sekitar 30 kali massa Jupiter.
Menunggu respons untuk dimuat…